Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Sosial @ Sufehmi.com

Jews for Palestine - Pelajaran mengenai “generalisasi”

January 14th, 2009

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Luar biasa, sangat mengharukan. Saya menemukan surat pembaca dari berbagai tokoh Yahudi di Inggris, yang menyatakan kecaman mereka terhadap Israel.

Di tengah semua kemarahan, emosi, ketidak adilan, dan kekejaman di sepotong kecil tanah bernama Gaza; alhamdulillah masih ada sekelompok orang-orang yang masih bisa berpikir dengan rasional dan kritis. Dan mengutamakan hati kecil mereka daripada egonya.

Terlampir adalah surat mereka ke koran Guardian di Inggris :

We the undersigned are all of Jewish origin.

When we see the dead and bloodied bodies of young children, the cutting off of water, electricity and food, we are reminded of the siege of the Warsaw Ghetto. When Dov Weisglass, an adviser to the Israeli prime minister, Ehud Olmert, talked of putting Gazans “on a diet” and the deputy defence minister, Matan Vilnai, talked about the Palestinians experiencing “a bigger shoah” (holocaust), this reminds us of Governor General Hans Frank in Nazi-occupied Poland, who spoke of “death by hunger”.

The real reason for the attack on Gaza is that Israel is only willing to deal with Palestinian quislings. The main crime of Hamas is not terrorism but its refusal to accept becoming a pawn in the hands of the Israeli occupation regime in Palestine.

The decision last month by the EU council to upgrade relations with Israel, without any specific conditions on human rights, has encouraged further Israeli aggression. The time for appeasing Israel is long past. As a first step, Britain must withdraw the British ambassador to Israel and, as with apartheid South Africa, embark on a programme of boycott, divestment and sanctions.

Ben Birnberg, Prof Haim Bresheeth, Deborah Fink, Bella Freud, Tony Greenstein, Abe Hayeem, Prof Adah Kay, Yehudit Keshet, Dr Les Levidow, Prof Yosefa Loshitzky, Prof Moshe Machover, Miriam Margolyes, Prof Jonathan Rosenhead, Seymour Alexander, Ben Birnberg, Martin Birnstingl, Prof. Haim Bresheeth, Ruth Clark, Judith Cravitz, Mike Cushman, Angela Dale, Merav Devere, Greg Dropkin, Angela Eden, Sarah Ferner, Alf Filer, Mark Findlay, Sylvia Finzi, Bella Freud, Tessa van Gelderen, Claire Glasman, Ruth Hall, Adrian Hart, Alain Hertzmann, Abe Hayeem, Rosamene Hayeem, Anna Hellmann, Selma James, Riva Joffe, Yael Kahn, Michael Kalmanovitz, Ros Kane, Prof. Adah Kay, Yehudit Keshet, Mark Krantz, Bernice Laschinger, Pam Laurance, Dr Les Levidow, Prof. Yosefa Loshitzky, Prof. Moshe Machover, Beryl Maizels, Miriam Margolyes, Helen Marks, Martine Miel, Diana Neslen, O Neumann, Susan Pashkoff, Hon. Juliet Peston, Renate Prince, Roland Rance, Sheila Robin, Ossi Ron, Manfred Ropschitz, John Rose, Prof. Jonathan Rosenhead, Leon Rosselson, Michael Sackin, Ian Saville, Amanda Sebestyen, Sam Semoff, Prof. Ludi Simpson, Viv Stein, Inbar Tamari, Ruth Tenne, Norman Traub, Eve Turner, Tirza Waisel, Karl Walinets, Renee Walinets, Stanley Walinets, Philip Ward, Naomi Wimborne-Idrissi, Ruth Williams, Jay Woolrich, Ben Young, Myk Zeitlin, Androulla Zucker, John Zucker

Para Yahudi ini justru menyarankan boikot, penarikan investasi, dan hukuman-hukuman bagi Israel. Mudah-mudahan kita bisa menjalankan saran-saran mereka tersebut.

Juga, semoga kita bisa selalu ingat untuk tidak menggeneralisir bahwa “semua Yahudi itu jahat”. Di antara mereka, masih ada segelintir kecil yang hatinya turut menangis untuk rakyat Palestina. Tidak itu saja, mereka juga secara aktif menentang penjajahan & kezaliman Israel terhadap Palestina.

Beberapa bahkan membayar sikap mereka tersebut dengan nyawanya.

Quran tidak mengajarkan kita untuk membenci Yahudi. Namun, untuk waspada terhadap tipu daya dan makar dari sebagian mereka.
Memvonis seluruh Yahudi jahat karena kejahatan sebagian dari mereka adalah generalisasi. Ini termasuk pada ketidak adilan - dan jelas ini tidak dibenarkan oleh Islam. Islam adalah agama yang sangat menitik beratkan fokus pada keadilan. Jangan sampai kita terjerumus kepada menzalimi sebagian pihak, hanya karena kebencian & emosi kita.

Satu contoh lagi adalah Neturei Karta. Slogan mereka adalah “Orthodox Jews United Against Zionism” (*).
Ketika beberapa diantara kita mungkin hanya duduk di belakang meja dan bersimpati tanpa banyak melakukan sesuatu, para anggota Neturei Karta aktif dan gencar turun langsung ke lapangan menentang Zionisme. Luar biasa.

Yahudi juga manusia. Mereka mampu untuk melakukan kebaikan. Namun, sebagian mereka juga mampu melakukan kejahatan, seperti manusia lainnya juga. Kita musti bisa bertindak secara adil terhadap semua ini.

Satu contoh Yahudi yang pantas untuk ditindak adalah Howard Schultz. Chairman, president, dan CEO dari Starbucks, Schultz dengan aktif mendukung negara Israel, dan mengkampanyekan keberadaannya. Tentunya dia bukan tidak tahu mengenai berbagai kejahatan Israel. Namun tetap saja Schultz mendukung Zionisme.

Yah, alhamdulillah menemukan informasi ini. Menuruti himbauan dari rekan-rekan Yahudi di Inggris di atas, sekarang saya jadi sangat malas untuk ngopi di Starbucks.
Yuk kita ramaikan saja Bakoel Koffie, atau warung-warung lainnya.

Hari ini saya mendapat pelajaran yang sangat berharga mengenai kemanusiaan, empati, nurani, keadilan dan logika. Semoga bisa bermanfaat juga untuk Anda.

(*) Zionisme sebetulnya adalah salah satu bentuk ekstrimisme / zealotry dalam beragama. Dalam teks agama Yahudi sendiri sebetulnya tidak ada mengharuskan mereka untuk kembali lagi ke tanah Palestina. Zionists memilih penafsiran yang ekstrim, plus implementasi yang tidak kalah ekstrimnya lagi. Hasilnya, seperti yang sudah dan sedang kita saksikan, adalah derita berkepanjangan dari rakyat Palestina.

Neturei Karta, walaupun beraliran Orthodox, namun bisa memahami teks / ajaran agama mereka dengan baik / tidak ekstrim. Karena itu mereka bisa menyadari kekeliruan Zionists, dan tidak turut terjerumus kesitu.

Mudah-mudahan kita bisa meniru teladan mereka ini - terhindar dari berlebih-lebihan / ekstrimisme dalam beragama.

Terimakasih, pak Polisi !

December 18th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Tadi malam sekitar pukul 00:15, saya sedang mengemudikan mobil di daerah Tangerang. Baru kembali dari airport, silaturahmi dengan kawan lama dari Inggris. Jalanan cukup sepi, jadi saya bisa mengemudi dengan tenang. Anak-anak sudah lelap semua di bangku belakang - yang diratakan, sehingga bagasinya menjadi luas; dan tadinya adalah tempat bermain mereka.

Tiba-tiba, ada lampu merah yang diayun-ayunkan di depan saya. Karena kaget, mobil saya hentikan agak mendadak, walaupun sebetulnya jaraknya masih jauh. Ternyata ada beberapa polisi yang sedang berada di tengah jalan. Oh, sepertinya ini razia.

Saya buka kaca dan menyapa polisi yang menghentikan kami, “Ada apa pak?”. Dijawab oleh beliau, “Bisa saya cek surat-suratnya pak? Juga tolong hidupkan lampu dalamnya”.
Karena mobil berhenti mendadak, posisinya agak ke tengah jalan. Saya tanya, apakah perlu dipinggirkan dulu? Mungkin karena sudah tengah malam dan jalanan sepi, petugas polisi tsb menjawab tidak apa / tidak perlu.

Saya berikan STNK & SIM saya, dan lalu lampu dalam saya hidupkan. Beberapa anak-anak bergeser dari posisinya. Helen terbangun dan juga kaget melihat saya dihentikan polisi. Saya cengar-cengir :)

Surat-surat beres, dan isi mobil tidak ada yang mencurigakan, maka kami dipersilakan untuk berjalan kembali. Saya pamit sambil mengucapkan terimakasih.
Sepertinya petugas tersebut agak terkejut. Raut mukanya agak letih. Saya cuma bisa membayangkan bagaimana kalau saya disuruh bertugas di tengah malam, di tengah jalan, seperti itu juga.

Saya ucapkan alhamdulillah masih ada petugas / institusi yang peduli. Saya jelaskan ke Helen, bahwa dengan sering razia seperti itu, mudah-mudahan orang-orang jadi tergerak untuk mengemudi dengan baik. Paling tidak, melengkapi surat-suratnya.

Selain itu, jika dilakukan cukup sering, juga bisa membantu mengurangi kejahatan.
Kebetulan di malam sebelumnya, ada sebuah mobil kami yang pada pagi hari ditemukan sudah terbuka pintu depannya. Untungnya, mobil tersebut dilengkapi dengan sebuah killswitch - sebuah tombol tersembunyi yang harus diaktifkan terlebih dahulu, agar mobil tersebut bisa di starter. Maling amatir itu jadinya gagal menggondol mobil tersebut :)

Anyway, kalaupun mobil tersebut berhasil digondol, tapi kemudian maling tersebut bertemu tim razia, maka tentu usahanya tersebut akan jadi gagal.

Di daerah Tangerang sepertinya cukup sering diadakan razia seperti ini. Demikian juga sekitar daerah Senen, saya sudah beberapa kali bertemu razia seperti itu sekitar pukul 3 pagi.
Setiap kali saya dihentikan adalah sedang dalam keadaan letih, namun saya selalu ucapkan terimakasih. Karena saya tahu bahwa saya sendiri tidak mampu ditugaskan di tengah jalan di tengah malam seperti itu, sambil menghadapi para pengendara yang cemberut karena kenyamanannya berkendara terganggu.

Terimakasih para Bapak Polisi. Semoga bisa terus semakin baik dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Lifestream @ sufehmi.com

December 3rd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Di zaman digital ini sangat mudah bagi kita untuk meninggalkan jejak di berbagai tempat. Blog, komentar blog, facebook, plurk, microblogs, mailing list, online forums, dan lain-lainnya. Ini amat menyenangkan, menemukan dunia yang sedemikian interaktif, instant - namun tidak hanya sesaat.

Karena jejak-jejak digital / lifestream ini terus tersimpan selama bertahun-tahun. Misalnya, saya masih bisa menemukan posting-posting pertama saya dalam b.Inggris, dan tentu saja b.Inggrisnya masih pada belepotan. Atau sisa-sisa ketersambungan saya dengan dunia BBS Indonesia, di milis seperti bemo-batavia dan lain-lainnya. Juga ada banyak di situs arsip seperti archive.org dan mail-archive.org

Nah, tapi sayangnya, memang jejak ini terpencar dimana-mana. Walaupun Google sangat banyak membantu untuk menemukannya, namun tetap tidak berhasil saya temukan semuanya. Di antara ratusan juta website di seluruh dunia, ada jejak-jejak saya yang terselip disana-sini.

Karena itu kemudian saya membuat situs Lifestream saya sendiri, yaitu lifestream.sufehmi.com

Situs ini mengumpulkan jejak-jejak digital saya di :

  1. Facebook : melalui jasa FriendFeed.com
  2. Kronologger.com : situs microblogging pertama di Indonesia. Biasanya saya kron via SMS.
  3. Plurk.com : melalui jasa baik FriendFeed.com lagi
  4. Komentar di berbagai blog : dilacak dengan bantuan dari CoComment.com

Situs Lifestreamnya sendiri menggunakan Wordpress Legacy, plus plugin Feedwordpress.

Plugin Feedwordpress akan “menyedot” feed RSS dari 4 sumber diatas. Dan lalu di posting di situs Lifestream saya yang berbasis Wordpress Legacy ini.

Hasilnya cukup menarik. Kini jejak-jejak saya jadi makin mudah ditemukan, karena terkumpul di satu tempat :)

Dulu saya sempat segan jika ingin berinteraksi di suatu tempat, karena tidak ingin kehilangan jejaknya. Kini, saya akan bisa selalu melacaknya kembali melalui Lifestream saya.

Sudahkah Anda mengumpulkan jejak-jejak digital Anda ?

Let’s lifestream !

NB: selagi menulis artikel ini, tidak sengaja menemukan posting jadul saya dulu di milis linux-aktivis.
OMG….. **umpetin muka di bawah bantal** :D

Saya menemukan juga paper saya mengenai eCommerce Indonesia, yang saya buat di tahun 2000

Menelusuri jejak digital / lifestream kita, memang menarik dan menyenangkan :)
Kini juga bisa dilakukan dengan cepat, tanpa membuang-buang waktu kita.

Selusin Sutera dari (dan untuk) Pacarku

November 17th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Saya jarang memperhatikan puisi karena sering tidak paham maksudnya. Terakhir saya mengutip puisi adalah Tuhan 9 Senti nya Taufiq Ismail.

Malam ini saya menemukan puisi ini, diposting di milis internal ISNET. Tersentuh sekali rasanya. Ada pelajaran-pelajaran hidup yang baik di dalamnya.

Terimakasih kepada mbak Eva Nukman yang telah sharing puisi ini. Mudah-mudahan saya bisa mengikuti teladannya juga.

Enjoy.

Selusin Sutera dari (dan untuk) Pacarku

sutera dariku untukmu, darimu untukku
selusin banyaknya, dari kita untuk kita
karena kau tak hanya memberi
dan aku tak cuma menerima

lapisan pertama menjadi alas, lapisan kedua menjadi pondasi
sebutlah mereka saling menghargai dan saling mengerti
dan kau boleh mempertukarkannya menjadi yang kesatu atau yang kedua

sutera ketiga adalah kepercayaan dan kesetiaan
yang berjalin berkelindan, kait mengait
membuhul dan mengikat

lapisan sutera keempat adalah dada yang lapang
untuk bersabar
untuk memaafkan

sutera kelima adalah dukungan
agar kau menjadi dirimu
dan aku menjadi diriku

lapisan keenam adalah materi
yang darinya kita kan selamanya kekurangan jika selalu melihat ke atas dan
mengeluh
dan sebaliknya senantiasa berlimpahan jika memandang ke bawah serta
bersyukur

perhatian dan kepedulian menjadi sutera ketujuh
karena kau dan aku tidak lagi hidup sendiri

sutera kedelapan adalah kebersamaan di dalam perbedaan
kau tidak harus menjadi aku
dan aku tidak mesti beralih serupamu

yang kesembilan, kesepuluh, dan kesebelas
adalah tiga makhluk mungil nan beranjak remaja
yang merekat, mempererat, mempertebal hubungan di antara kita

sutera kedua belas, haruskah kusebutkan?
ia menyelubungi, membungkus kesebelas sutera sebelumnya
yang tanpanya mereka bagai tak punya makna
dan bahkan mungkin tak kan pernah ada

sutera kedua belas adalah cinta
yang apinya terus menyala menghangatkan
karena kau bukan saja suamiku, dan ayah dari anak-anakku
tetapi kau juga sahabatku
serta pacarku

itulah selusin sutera darimu untukku, dariku untukmu
dari kita untuk kita
karena aku tak hanya memberi
dan kau tak cuma menerima

sutera, karena dua puluh lima adalah perak dan lima puluh adalah emas
selusin, karena itulah bilangan tahun yang berlalu
sejak ayahku menggenggam tanganmu berucap ijab dan kau jawab dengan kabul

selusin sutera untuk cinta kita
yang dengan Bismillah kita memulakannya
selusin sutera untuk bahtera cinta kita
yang berharap cinta-Nya
[va]

untuk dia
Düsseldorf, 28.08.06
mengenang tanggal yang sama dua belas tahun lalu.

Selamat ulang tahun ke 25, GNU & Free Software (software bebas) !

October 26th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

OK ini memang telat, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali :)

Pada tanggal 2 September, 25 tahun yang lalu, Richard Stallman memulai gerakan Free Software (software bebas - bukan software gratisan). Dulu hanya mempengaruhi komunitas developer, ternyata, sejalan dengan semakin meratanya penggunaan komputer di segala aspek kehidupan, kini Free Software telah semakin dikenal oleh masyarakat umum.

Termasuk oleh Stephen Fry, aktor Inggris yang terkenal dengan perannya di film-film sukses seperti “A fish called Wanda” dan “V for Vendetta”. Perannya di “V for Vendetta” cukup terkenal - disitu dia tewas dihukum mati oleh rezim diktator karena nekat menyimpan sebuah karya literatur terlarang di zaman tersebut, yaitu Al-Quran :D
Cukup unik (and, at the same time; weird, amused, amazed) mendengar bagaimana karakternya di film tersebut, Gordon Dietrich, yang homoseksual, memuja Quran (this is the second time I’ve encountered such thing) karena “bahasanya yang indah”. Dan dia lebih memilih tewas daripada mengorbankan kebebasannya (untuk menghargai semua hal yang dilarang oleh rezim tersebut).

Hadiah dari Stephen Fry adalah sebuah video khusus yang merayakan hari ulang tahun Free Software yang ke 25. Pada video tersebut, Stephen menjelaskan tentang Free Software & GNU dalam bahasa yang sangat mudah dipahami. Cukup mencengangkan melihat orang tua yang lucu ini (Stephen Fry terkenal sebagai komedian di Inggris) ternyata memahami berbagai konsep dan filosofi dibalik gerakan Free Software. This guy is truly awesome.

Dan dia ternyata merasa tergerak untuk turut mempromosikan soal Free Software ini kepada masyarakat luas.
Saya jadinya tergerak juga untuk menyebarkan video yang unik ini kepada masyarakat kita :D

Silahkan video Ulang Tahun 25 GNU bisa Anda download dari sini (7 MB)

Jika Anda menggunakan video player yang mendukung subtitle, seperti V L C, silahkan download subtitle Bahasa Indonesia disini. (8 kb)

Versi lainnya :

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU Medium Quality ] (21 MB)

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU High Quality ] (33 MB)

[ Selamat Ulang Tahun 25 GNU Best Quality ] (125 MB)

File video ini adalah dalam format Ogg, yaitu format video yang, tentu saja, bebas tersedia untuk siapa saja. Tanpa batasan apapun.
Panduan untuk setup driver/codec untuk format video Ogg ini bisa dibaca disini.

Selamat menikmati, dan, selamat ulang tahun 25 untuk GNU & Free Software !

Welcome : Pesta Blogger 2008 !

October 22nd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Kabar gembira, pada hari ini Pesta Blogger 2008 telah resmi diumumkan. Akhirnya, acara yang sudah lama saya tunggu-tunggu ini sebentar lagi bisa kita nikmati bersama :D

Detail selengkapnya :

Nama Acara : Pesta Blogger 2008
Tema Acara : “Blogging for Society”

Tanggal : 22 November 2008
Lokasi : Gedung BPPT II, Lantai 3, Jl. MH Thamrin no. 8, Jakarta (seberang Hotel Sari Pan Pacific)

Pendaftaran : Saya belum tahu bagaimana caranya. Coba kita ganggu pak Ong :)

Sampai jumpa di acara ini !

Pemilu 2009 : Sudahkan Anda Terdaftar ?

September 2nd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Kemarin ini saya mendapat email dari milis Telematika. Isinya adalah link ke polling Pemilu 2009, apakah kita berencana untuk mencoblos atau tidak pada pemilu kali ini.

Saya baru sadar, eh saya sudah terdaftar atau belum ya ? Hehe… saya ingin mencoblos. Tapi kalau belum terdaftar, pastinya jadi tidak bisa nyoblos dong, iya kan?

Nah kemudian saya jadi ingat dengan sebuah SMS yang saya terima beberapa waktu yang lalu. Ceritanya, beberapa kawan kita berhasil mendapatkan link ke database KPU, dan lalu menyediakan layanan untuk memeriksa status pendaftaran Anda pada Pemilu 2009 ini, via SMS, dengan cuma-cuma (hanya biaya SMS normal). Wow.

Caranya mudah sekali. Cukup buat SMS seperti berikut ini :

CEK [spasi] Nomor KTP [spasi] Nama lengkap sesuai KTP

Lalu kirimkan ke 0812 1045 6784. Gampang ya ?

Saya ingin mencantumkan nama kawan-kawan yang sudah menyediakan layanan ini untuk kita semua, tapi saya tidak yakin apakan mereka ingin namanya tercantum disini (friends, just let me know, thanks!)

OK, mari kita cek status pendaftaran kita untuk Pemilu 2009, dan lalu sampaikan aspirasi Anda di halaman ini.

Semoga Pemilu 2009 bisa memberikan lebih banyak lagi kebaikan bagi kita semua.

Cara berdakwah yang tidak simpatik

August 26th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Zealot adalah istilah yang berarti seseorang yang terlalu fanatik terhadap kepercayaannya. Disebut zealot ketika kefanatikannya tersebut jadi sampai menutupi sifat-sifat kemanusiaannya, seperti empati, kasih sayang, dan akal sehat.

Kata “Zealot” sendiri pada awalnya adalah nama dari sebuah sekte Yahudi di abad pertama yang amat fanatik & radikal. Sekte ini, saking ekstrimnya, tidak segan membunuh sesama Yahudi sendiri yang berbeda pendapat dengan mereka; sesuatu yang amat ditabukan dalam tradisi mereka.
Bahkan gerakan Zionis di Israel pada saat ini, yang terkenal dengan kekejamannya kepada non-Yahudi dan banyak disamakan dengan gerakan Nazi, tidak membenarkan hal tersebut. Jadi bisa kita bayangkan sendiri bagaimana berlebihannya fanatisme mereka terhadap kepercayaannya.

Fanatisme yang amat keterlaluan ini juga dikecam dalam Islam. Nabi Muhammad saw memvonis orang-orang seperti Zealot ini, disebut dengan istilah Khawarij, sebagai penghuni neraka; walaupun mereka mengaku Islam & melakukan berbagai ritualnya. Mereka membaca Qur’an dan kelihatan beribadah lebih taat daripada muslim lainnya, namun menurut Nabi Muhammad saw, sebetulnya mereka keluar dari Islam bahkan lebih cepat daripada anak panah yang dilentingkan dari busurnya.

Zealots ada di berbagai tempat, waktu, dan agama / kepercayaan. Penganut Atheist pun banyak yang bersikap zealot (zeal / jealousy, iri, dengki), dan kadang justru sering tidak rasional. Dan tentu saja yang mengaku beragama pun juga tidak kalah banyaknya melakukan kesalahan ini.

Salah satu email spam yang banyak saya terima akhir-akhir ini adalah dari seorang zealot Nasrani. Sebetulnya, niatnya mungkin (menurut ybs) baik, yaitu menyebarkan kabar gembira dan informasi yang (menurutnya) bermanfaat untuk semua orang.
Namun, karena fanatismenya yang berlebih-lebihan, dia jadi terjerumus ke menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya tersebut. Misalnya : spamming, mencaci maki kepercayaan orang lain, dan berargumentasi secara emosional (bukan rasional).

Selama ini dia mencaci maki Islam, saya hanya balas dengan baik-baik, dan saya jelaskan berbagai kekeliruan dalam argumentasinya. Ketika dibalas dengan sangat emosional, saya pikir ya sudah, sepertinya saat ini cuma akan membuang-buang waktu berusaha berdialog dengan ybs.
Selanjutnya email dari ybs langsung saya hapus saja setiap tiba di mailbox saya. Oh ya, dia juga selalu berganti email setiap kali mengirimkan spamnya tersebut.

Sayangnya, ybs makin terjerumus dalam fanatismenya tersebut. Email terbaru dari ybs yang saya terima kali ini mencaci maki dan menjelek-jelekkan kepercayaan Buddha.
Saya saja yang bukan penganut Buddha meringis membaca emailnya tersebut. Amat sangat kasar & tidak menunjukkan sopan santun sama sekali.

Email ybs terlampir.

Mudah-mudahan kita jangan sampai terperosok menjadi zealot seperti ini juga. Rugi di dunia, tidak ada untungnya dan kita justru menyusahkan banyak orang. Dan rugi di akhirat, yaitu pada pengadilan yang terakhir.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

PAK GAO YANG MESAM-MESEM

Kalau kita dalam perjalanan Magelang – Jogja, kita pasti akan ketemu dengan sebuah desa yang menjadi industri kerajinan ukir dari batu gunung. Entah desa apa saya lupa namanya. Nah, ketika saya dalam perjalanan di daerah itulah saya ketemu dan sempat ngobrol lama dengan seseorang yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia, yaitu: Pak Gao.

“Pak Gao, selamat siang!” Sapa saya.
Pak Gao diam, hanya mesem aja. Maka saya ulang salam saya tadi: “Pak Gao, selamat siang!”
Untuk keduakalinya beliau hanya diam saja, nggak menyambut salam saya. Saya penasaran sekali dicuekin model begitu, maka saya bertanya: “Mengapa pak Gao mesam-mesem?”

Kali ini beliau mau menjawab pertanyaan saya; “Saya mesam-mesem? Banyak sekali alasannya! Yang pertama, saya mesem karena menemui orang se-toll all [tolol] kamu. Wong patung koq kamu ajak ngomong.”

“Hey, koq gitu pak Gao ini?! Belum apa-apa sudah toll all-toll all-in orang? Tersinggung donk perasaan saya?!” Kata saya agak gusar juga. Tapi saya pingin tahu juga apa alasan beliau mesam-mesem yang berikutnya; “Lalu, yang kedua?” tanya saya.

“Yang kedua, saya mesem ini ‘kan sudah takdir saya. Saya ini “Batu” asli kelahiran gunung Merapi, masih terhitung keponakannya mbah Marijan. Suatu kali saya ini diboyong kemari oleh pak Parno dan sekaligus beliau pula yang “menangani” saya. Saya dipecah menjadi 3 bagian, yang satu dijadikan saya, lalu yang kedua dijadikan “Layah” dan yang bungsu adalah “Ulek-ulek.” Jadi, saudara saya adalah “Layah” [Cowek] dan “Ulek-ulek.” Kedua adik saya tersebut merantau ke Surabaya, kerja di warung “rujak cingur” dan “gado-gado.”
Keterangan: Layah dan Ulek-ulek adalah pasangan alat untuk melembutkan sambal.

Beliau melanjutkan: “Nah, pak Parno inilah pencipta saya. Dia mentakdirkan saya seperti ini. Jadi, saya mau bilang apa kecuali menerima nasib saja. Sebenarnya sih saya capek sekali disuruh mesem begini terus. Mau berdiri ke “toilet” saja nggak bisa. Bersila begini terus, kaki saya ya capek deh! Orang dibiarkan telanjang nggak dikasih baju seperti ini gimana perasaannya? Panas kepanasan, dingin kedinginan.”

Waah saya jadi semakin tertarik mendengarkan uneg-unegnya pak Gao ini; “Lho, maksudnya pak Parno membawa pak Gao ke mari itu apa?”

“Dijual. Pak Parno itu ‘kan pedagang Dewa-dewa. Dia jual-beli segala macam Dewa. Bahkan dia bisa membikin Dewa apa saja menurut pesanan orang.”
“Hah?!” Kaget sekali saya. “Jadi, Dewa-dewa itu semuanya bikinannya pak Parno?! Hebat! Jadi, pak Gao ini bukan kelahiran India?”

“Nah, ini ngawurnya kamu. Dari tadi kamu panggil saya pak Gao-pak Gao; siapa pak Gao itu?”
Pak Gao balik bertanya. Kini ganti saya yang dibuat bingung nggak karuan.

“Maksud saya adalah pak Gaotama – Budha Gaotama. Apa bapak bukan pak Gao yang saya maksudkan itu?”

“Wah-wah gawat sekali kamu ini rupanya. Apa rupa saya ini mirip dengan pak Gao itu? Apa kalau orang mirip itu berarti sama? Yang mikir sedikitlah! Di dunia ini ‘kan banyak sekali orang yang mirip, antara orang yang satu dengan orang yang lainnya? Wong orang kembar aja nggak mau disamain? Kamu ini nggak main!”

“Lagi pula derajat makhluk itu ‘kan ada kelasnya? Ada kelas Tuhan, ada kelas Malaikat, ada kelas Manusia, ada kelas Hewan, ada kelas Tumbuhan dan ada kelas benda mati. Nah, pak Gao itu ‘kan kelas Manusia, sedangkan kelas saya ‘kan Batu – benda mati? Masak mau Jendral kamu perlaku kan sebagai Kopral. Apa nggak ditembak jidat kamu?! Hua…ha…ha…. nggak mikir kamu ini!”

“Tapi pak,………..” Saya mencoba memberikan alasan;”Kalau bapak dianggap sebagai pak Gao oleh orang-orang pemeluk agama Budha ‘kan bukan masalah yang besar? Masak gitu aja bapak marah?”

“Jelas marah toh; pertama sudah pasti pihak pak Gao yang marah karena derajatnya direndahkan sebagai Batu. Yang kedua, saya sudah pasti lebih marah lagi, sebab harga diri dan martabat saya dihilangkan begitu saja. Memangnya saya ini bukan sebuah pribadi? Misalnya aja kamu sebagai karyawan bawahan, lalu tugas kamu itu dilangkahi begitu saja oleh boss kamu, apa kamu nggak merasa tersinggung? Jadi, kamu itu dikeroyok oleh kedua-belah pihak.”

“Tapi, orang Kristen ‘kan juga begitu; ALLAH-nya “dianggap” Manusia biasa oleh orang Kristen.”
Kata saya.

“Waah, ya beda sekali dong kasusnya. Coba kamu pelajari lagi kitab Injilmu. Bukankah di sana dikatakan bahwa YESUS KRISTUS itu Ciptaan ALLAH yang pertama-tamanya? Jadi, YESUS itu memang “bukan” ALLAH. YESUS KRISTUS itu aslinya ya memang MANUSIA, tapi diangkat oleh ALLAH menjadi ANAKNYA. Sehingga DIA disebut sebagai ANAK ALLAH.
Kej. 3:22: “Berfirmanlah TUHAN ALLAH: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti
salah satu dari KITA.”

Nah, misalkan di sorga itu ada 3 Oknum Makhluk; ALLAH, YESUS dan ROH KUDUS, sedangkan ayat itu menyatakan bahwa manusia itu “telah menjadi seperti salah satu dari KITA”, maka seperti siapakah manusia itu? Seperti YESUS, bukan?! YESUS sendiri seringkali katakan bahwa diriNYA itu ANAK MANUSIA. Ketika terjadi pergumulan dengan Yakub, dikatakan bahwa Yakub telah melawan ALLAH dan MANUSIA. Rasul Paulus bahkan menyatakan sebagai “Yang sulung di antara banyak saudara.”

Selanjutnya, pada awal-awal penciptaan Adam, dikatakan bahwa manusia itu dibuat menurut gambar dan rupa ALLAH. Sedangkan rasul Paulus dalam Korintus membuat jenjangan: ALLAH itu kepalanya YESUS, YESUS kepalanya bapak-bapak, dan bapak-bapak kepalanya istri-istri. Bu- kankah ini tentang suatu mata rantai yang saling berkaitan? Karena itu kalau YESUS kita perlaku kan sebagai MANUSIA adalah kebenaran, bukannya merendahkan. Kecuali umat Katolik yang membuatkan patungNYA. Lagi pula mana ada umat Kristen yang memperlakukan YESUS sebagai manusia biasa? Nggak ada! Semua Kristen memuliakan YESUS sebagai TUHAN dan ANAK ALLAH. Berbeda dengan umatnya pak Gao ‘kan?

Pak Gao itu asli manusia tapi dijadikan Batu oleh umatnya. Ini namanya ngawur di dalam memperlakukan orang, lebih-lebih yang menyangkut nabinya.”

Pak Gendut yang nggak punya baju itu melanjutkan lagi: “Tolong kalau kamu ketemu dengan umat Budha, sampaikan pesan saya ini: bahwa sekarang ini sudah nggak zamannya lagi bikin Patung. Sudah sangat ketinggalan zaman sekali. Wong Boneka mainan aja sekarang ini sudah ada yang bisa ketawa, menangis dan berjalan, koq pak Gao masih nggak bisa apa-apa?! Amerika dan Jepang sekarang ini sudah bisa bikin Robot, masak pak Gao masih primitif begini? Suruhlah mereka bikinkan Robot Gaotama yang serba bisa. Biar nggak diremehkan oleh agama-agama yang lainnya.”

“Umat Budha itu kebangetan sekali koq! Saya digambarkan dengan perut gendut kayak begini, maka orang pasti mengira saya ini orang yang rakus sekali. Padahal saya ini nggak pernah dikasih makanan sama sekali. Makanan Apel, Anggur, Pisang, Durian, Kue Pia, Kue Mangkok yang kata mereka itu dipersembahkan kepada pak Gao, itu bohong besar! Mereka itu hanya memamerkan [iming-iming] saja ke muka saya, lalu setelah itu mereka makan sendiri. Anak-anak itu kurangajar sekali koq, sukanya mempermainkan orangtua.”

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
ANTARA INDUK DENGAN TELOR

Jika anda menghadapi pertanyaan seperti di atas; mana yang lebih dahulu ada; telor atau induk?
Berhati-hatilah, sebab pertanyaan ini bisa menjerumuskan anda untuk menerima teori evolusi, yang ujung-ujungnya mengarahkan anda menjadi seorang Atheism yang menolak konsep KEALLAHAN.
Anda jangan terjebak pada perkataan: “telor” yang merupakan pertanyaan yang dibentuk sebagai salah satu pilihan dari induk. Sebab telor itu benda mati. Merupakan mata rantai yang terputus. Tidak ada keterkaitannya sama sekali antara telor dengan induk.

“Bahwa telor ada di dalam induk, tetapi induk tidak pernah ada di dalam telor.”
Maksudnya: Induk bisa bertelor, tetapi telor “sama sekali” bukanlah “calon” induk.

> Semua masyarakat indonesia “bisa” menjadi presiden, tetapi mereka bukanlah “calon” presiden.
Sebab yang disebut sebagai calon presiden hanyalah orang-orang tertentu yang memenuhi syarat
dan yang mendaftarkan dirinya, serta diterima. Itulah “calon” presiden.

Telor juga begitu; bisa menjadi Induk Ayam, tapi tak pernah sebagai “calon” anak ayam, apalagi Induk
Ayam. Ada tahapan yang harus dilalui oleh telor itu untuk disebut sebagai “calon” anak ayam, yaitu dierami!

Manakala telor dierami induknya, atau menerima “kehangatan” tertentu, maka mulai terjadilah “reaksi.” Ini masih merupakan “reaksi alamiah”, belum menjadi makhluk hidup. Belum menjadi “calon” anak ayam. Kehidupan baru mulai terjadi manakala “otak” sudah terbentuk secara sempurna, maka pada saat itu akan disertai dengan terjadinya pergerakan pertamanya. Sama seperti bayi manusia ketika di dalam kandungan ibunya. Pergerakan bayi baru terjadi pada saat otak bayi itu terbentuk secara sempurna. Pada saat itulah kehidupan bayi itu dimulai.

Nah, pertanyaan induk dengan telor itu bermaksud menggiring anda untuk menerima teori/konsep berpikir bahwa segala sesuatu itu dimulai dari “kecil.”
Dari “telor” menjadi “induk”, dari “tidak ada” menjadi “ada”, atau dari “nol” menjadi “satu.” Ini semua adalah teori konyol yang membodohi dan membohongi kita.

Bagaimana telor bisa menetas jika tanpa adanya induk? Bagaimana mungkin “yang tidak ada” bisa menjadikan “ada?” Bagaimana mungkin “nol” bisa melewati “satu?”

Teori evolusi berusaha menarik surut kehidupan manusia sebagai bermula dari Monyet, Monyet dari Katak, dan seterusnya. Sehingga kalau itu diurutkan ke diri ALLAH, maka teorinya akan berbunyi: “ALLAH itu pada mulanya adalah makhluk yang kecil atau tidak ada[nihilo].” Lha ini ‘kan konyol sekali? Lalu, bagaimana allah yang bayi itu bisa hidup jika tidak ada induk allah yang menyusuinya? Selanjutnya, jika dirunut lagi, maka kita akan menuntut bahwa ibunda allah itu harus juga dimulai dari tidak ada, menjadi ada, menjadi kecil, lalu menjadi induk.

Karena itu, jelas sekali bahwa teori demikian itu sangat tidak rasional! Alkitab telah menutup segala macam bentuk perbantahan dengan menyatakan bahwa: “Pada mulanya adalah ALLAH”
-ALLAH tidak ijinkan kita untuk mencari keterangan lebih lanjut mengenai Jatidiri ALLAH. Kita diminta untuk membatasi imajinasi kita agar menerima ALLAH sebagai permulaan segala sesuatu
nya. Itulah “tembok” pembatas keimanan kita. Kita hanya diijinkan untuk mengetahui bagaimana permulaan atau asal-usul kita, yaitu sebagai yang diciptakan oleh ALLAH YANG MAHA SEMPURNA. Sementara ALLAH menyatakan diriNYA: “AKULAH AKU……..” Keluaran 3:14.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

“Dari tadi nonton TVRI …..”

August 23rd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

kok rasanya dari tadi nggak minat ganti cenel, kenapa ya…

AH YA, NO SHITNETRON! WOOHOO!

dan sekarang lagi acara bahasa indonesia, host-nya susan bachtiar, duh
cantik sekali….

Terdengar dari milis sebelah.

:D

Tidak ada sinetron di TVRI ya? Wah, syukurlah kalau demikian …

Perayaan 17 Agustus yang sarat manfaat

August 16th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Seperti biasa dari tahun ke tahun, tanggal 17 Agustus kembali menghampiri kita. Dan seperti biasa juga, terjadi berbagai perayaannya di seluruh penjuru Indonesia. Biasanya meriah. Kadang berlebihan. Tapi mudah-mudahan bisa selalu mengingatkan kita pada perjuangan dan/atau penderitaan kakek-nenek kita semua beberapa dekade yang lalu.

Namun yang dilakukan warga pulau Sebuku belum pernah saya dengar sama sekali sebelumnya.

Warga Pulau Sebuku akan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengadakan dan mengikuti pelatihan kewirausahaan. Dengan itu, diharapkan mereka jadi bisa meningkatkan taraf hidup mereka setelahnya - merdeka dari kemiskinan & kebodohan.

Banyak salut untuk Camat Pulau Sebuku, Joko Mutiono, yang mendukung ide yang brilian ini.
Saya ucapkan selamat & semoga acaranya sukses besar. Merdeka !

Sumber : Tribun Kaltim

KOTABARU - Warga masyarakat yang tinggal di kawasan Pulau Sebuku wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalsel punya cara sendiri dalam merayakan HUT Kemerdekaan dengan kegiatan yang terkesan jauh dari hura-hura dan menghaburkan uang.

Camat Pulau Sebuku, Joko Mutiono, Sabtu mengatakan untuk mengisi suasana HUT ke-63 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2008 dengan menggelar pelatihan kewirausahaan.

“Bagaimana kita tidak malu dan harus berhura-hura untuk memaknai kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dan pendahulu, dengan kondisi masyarakat yang tetap miskin,” ucapnya.

Lebih bijaksana dan menjadi bermakna kalau peringatan kemerdekaan RI diwujudkan dengan tekad dan semangat warga masyakat untuk bisa “memerdekakan” diri sendiri dari himpitan kemiskinan dan kebodohan.

“Kita warga masyarakat Pulau Sebuku tidak ikut tradisi kemeriahan setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI seperti banyak dilakukan daerah lain di Indonesia,” ucapnya.

Pelatihan kewirausahaan diharapkan dapat memberi warga masyarakat dengan berbagai pengatahuan dan pengalaman untuk bisa mandiri dan mengatasi tuntutan hidup yang menjadi penyebab kemiskinan itu sendiri.

Menurut Joko, semuala warga Pulau Sebuku sulit menerima pola perayaan menyambut HUT Kemerdekaan itu karena mereka tergiur kemeriahan yang ditayangkan televisi.

Tapi setelah disampaikan tujuan dan maksud yang lebih mendasar, warga dapat menerima dan bahkan jauh lebih bisa memaknai hari kemerdekaan bangsanya yang diperjuangkan dengan pengorbanan nyawa dan harta oleh pendahulu.

Seperti biasa dalam peringatan 17-an warga masyarakat hanya menggelar berbagai lomba, tetapi tahun ini sedikit berbeda, karena warga juga mulai diberikan pilihan selain perlombaan mereka juga diberikan pelatihan membuat industri rumah tangga dan pertanian.

Dalam pelatihan, warga diberikan bekal tentang membuat krupuk ikan, amplang dan makanan ringan yang lainnya, yang menggunakan bahan baku ikan laut yang mudah diperoleh di wilayah itu.

Dijelaskan, saat ini jumlah keluarga miskin di Pulau Sebuku sebanyak 295 Kepala Keluarga dari sekitar 6.000 jiwa yang tersebar di delapan desa.

Agar mereka tidak terjerat dengan kondisi kemiskinan, Joko Mutiono mencoba meningkatkan pelatihan dan ketrampilan warganya melalui event-event tertentu di delapan desa di Pulau Sebuku.

Di antara kegiatan yang telah dilaksanakan saat ini, usaha perkebunan, dan pertanian seperti perluasan kebun karet dan sahang, singkong, dan sayuran.

Sedangkan untuk perikanan dan kelautan, memberikan pelatihan membuat krupuk ikan, udang, amplang serta beberapa produk makanan ringan yang terbuat dari ikan dan udang. (ant)