Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Sosial @ Sufehmi.com » 2008 » April

Archive for April, 2008

Jurnalis kritis : dimana engkau berada ?

Wednesday, April 30th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Itulah kira-kira pertanyaan dari Helen Thomas, jurnalis wanita berumur 87 tahun, ketika hanya dia sendirian yang mampu mengkritisi White House (lagi).

Bunga untuk Helen Thomas

Mungkin Anda tinggal sendirian bu Helen, karena media lainnya sudah dibeli oleh segelintir kelompok elit :( dan hasilnya sudah jelas :

all 175 newspapers owned by him editorialised in favour of the Iraq war

Sedikit ceritanya; beberapa hari yang lalu White House mengadakan acara jumpa pers, yang memang biasa mereka lakukan. Di tengah berbagai pertanyaan standar yang diluncurkan oleh wartawan lainnya, tiba-tiba Helen dengan blak-blakan menyampaikan soal 2 fakta yang berbeda & menunjukkan Bush telah berbohong (Bush bilang tidak menyiksa tawanan perang, kemudian Bush mengatakan sudah menandatangan surat izin menyiksa tawanan perang), dan menanyakan komentar juru bicara White House tentang hal itu.

Dana Perino, juru bicara White House, berbohong lagi dengan mengatakan bahwa Amerika sama sekali tidak ada menyiksa tawanan perang. Namun Helen tidak membiarkannya begitu saja, dan terus memastikan pernyataan tersebut.
Akhirnya pernyataan Dana Perino tersebut terkonfirmasi (nekat juga ini orang berbohongnya ya).

Anehnya, kemudian tidak ada yang melanjutkan yang sudah dimulai Helen. Wajar saja jika Helen kemudian jadi merasa frustasi, dan berkomentar “Where is everybody ??”.
Ini bukan kali pertama Helen merasa sendirian, sebenarnya malah keluhannya tersebut sudah dipaparkan di dalam bukunya yang berjudul Watchdogs of Democracy? : The Waning Washington Press Corps and How It Has Failed the Public.

Helen, saya ada disini, dan berterimakasih sekali bahwa masih ada jurnalis yang berani & kritis di Amerika. :)

Ternyata, saya tidak sendirian mengapresiasi keberanian Helen. Para pembaca Reddit, sebuah website social news yang kini mulai sering saya sambangi, ternyata juga merasakan kegembiraan yang sama :: Masih ada jurnalis yang berani mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang kritis.
Hebatnya, mereka tidak berhenti sampai disitu - namun kemudian melanjutkan dengan mengumpulkan sumbangan untuk Helen Thomas. Terkumpul total US$ 4100 ! :D

Diputuskan di forum diskusi Reddit bahwa sumbangan tersebut akan diberikan dalam bentuk bunga, dengan diliput oleh media massa. Diharapkan ini akan mendorong jurnalis lainnya untuk turut serta meramaikan kembali iklim jurnalistik yang sehat & kritis.

Dan gelombang pertama serta kedua telah dikirim :D
Well done !

Bagaimana dengan di Indonesia ? Saya kurang begitu paham situasinya, kalau yang saya ingat ada beberapa jurnalis yang juga kritis, seperti Andreas Harsono, Meuthia Hafiz, Rosiana Silalahi (off air, deskjob). Mudah-mudahan masih banyak juga yang lainnya.

nb: ternyata ini bukan pertama kali ada yang berterimakasih kepada Helen. Bagus sekali, memang sebaiknya jurnalis yang berintegritas seperti ini kita apresiasi secara publik.

Operasi gratis

Tuesday, April 29th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Saya mendapat informasi ini dari milis internal ISNET :

Sehubungan dengan HUT ke-40 Pusat Rehabilitasi Departemen Pertahanan, maka akan diadakan operasi / bedah gratis untuk umum, pada:

Hari / tgl : Sabtu & Minggu, 5 & 6 Juli 2008
Waktu : Pukul 08.00 WIB s.d selesai
Tempat : Rumah Sakit Dr. Suyoto Pusrehab Dephan, Jl. RC. Veteran No. 178 Bintaro, Jakarta Selatan
Untuk penyakit-penyakit : - Katarak. - Bibir sumbing. - Tumor kecil. - Hernia.

Pendaftaran calon pasien dapat dilakukan di bagian pendaftaran RS Dr. Suyoto. Pendaftaran sebaiknya dilakukan secepatnya, dikarenakan akan ada pemeriksaan kesehatan untuk menentukan apakah layak untuk ikut program ini atau tidak.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi 021 - 7342012

nb : maaf saya relay juga via Planet Terasi, karena potensi manfaatnya. Tolong sampaikan kepada yang membutuhkannya.

Dijodohkan? Siapa takut!

Monday, April 21st, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Beberapa waktu yang lalu saya beruntung bisa menghadiri acara pernikahan 2 kawan saya. Mempelai pria nya ganteng, sukses dalam bisnis. Mempelai wanita nya cantik & pintar. Kedua-duanya shalih baik agama maupun akhlaknya, dan juga masih muda (20-an tahun). Dan, mereka pada awalnya dijodohkan.

“Dijodohkan” bukannya kawin paksa lho :) , tapi dibantu bertemu pertama kalinya oleh kedua orang tua mereka.
Ini sangat menarik, di tengah stigma buruk perjodohan, kedua insan, yang secara logika tidak akan kesulitan menemukan peminat dari lawan jenisnya, justru memilih jalur ini.

Ada beberapa kelebihan proses perjodohan dari pacaran biasa :

[ 1 ] Tujuannya jelas : bukan cuma sekedar “random encounter”, namun adalah perkenalan dengan lawan jenis yang sesuai dengan kriterianya.

[ 2 ] Pilihan yang lebih banyak : para orang tua kita (atau mak comblang lainnya) biasanya sudah memiliki jaringan yang jauh lebih luas daripada kita. Nah, karena itu mereka juga punya pilihan yang jauh lebih banyak.
Dimana kita mungkin sehari-hari hanya bolak-balik dari rumah ke kantor, sehingga lingkaran jaringan kita pun sangat terbatas.

[ 3 ] Obyektif : jika orang tua kita bijak, ditambah dengan pengalaman hidup mereka yang jauh lebih kaya daripada kita, maka kans kita untuk mendapatkan calon pasangan yang baik dari mereka menjadi meningkat secara drastis.

Pada para pasangan yang pacaran, penilaian kepada calonnya tentu cenderung bias / baik saja. “Pacar gue”, gitu lho, masak ada cacatnya sih :)
Buntutnya tentu bisa berbahaya, sedangkan sesal kemudian tidak berguna.

[ 4 ] Aman : dengan memanfaatkan jaringan & pengalaman mereka, maka biasanya orang tua lebih mampu untuk membantu menemukan calon pasangan yang reliabel bagi kita. Mereka bisa lebih mudah melakukan crosscheck dengan banyak pihak.
Bandingkan jika kita pacaran dengan seseorang yang tidak kita ketahui sebelumnya, ditambah dengan kesibukan kita sehari-hari, mungkin kita akan sulit untuk menilai & memeriksa latar belakang dari calon pasangan tersebut.

Alhamdulillah dengan perjodohan dari kedua orang tua, maka kedua insan yang ideal ini bisa bertemu dan saling kenal, dan kemudian berlanjut ke panggung pelaminan. Doa saya untuk kedua mempelai agar mereka berdua dapat hidup berbahagia sepanjang hayat mereka, amin.

So, dijodohkan? Siapa takut !

Bacaan terkait :
[ Buruan nikahi gue]

Obama: the honest, Hillary: the thief

Thursday, April 17th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Obama proved (among others) that you can be ethical **and** be successful. A member of Dailykos (Borell) tried to donate to Obama, but got his donation politely refused because he’s a member of a (even just non-profit) lobbying organization.

The Obama Campaign will refuse money from donator who’s linked in anyway to a lobbying organization. This fact should be highlighted MUCH more often, because the lobbyist are among the reasons that America (and the world) is in such a state of wreck today.

Among the powerful (and destructive) lobbyist are AIPAC (siphoning US taxpayers money to Israel, causing worldwide unrest), lobbyist for various energy companies (who in turn causes destructions all over the world), and many others.

The Hillary Clinton campaign, in reverse, will accept any donation, and will even steal them. Borell’s wife tried to cancel her automatic debit donation, but it’s still taken from her after these months.
Along with Hillary’s other dishonesties (sniper fire anyone?), I won’t be voting her if I’m an American.

Need more people like Obama in the governments. Here’s one rooting for you, Obama !

Fallacy : “XXX sudah dewasa, maka dia sudah tahu mana yang terbaik untuknya”

Tuesday, April 8th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Fallacy adalah kekeliruan dalam sebuah pendapat/argumen, yang menyebabkan seluruh argumen/pendapat tersebut keliru.

Salah satu contoh yang sering sekali kita baca di berbagai media atau kita dengar dari orang lain adalah yang tercantum di judul posting ini :-)
Silahkan ganti XXX dengan si Fulan, Harry, atau bahkan **glek** masyarakat.

Statement (misalnya) “Masyarakat kita sudah dewasa, maka mereka sudah tahu mana yang terbaik bagi mereka” adalah keliru karena asumsi yang digunakan sudah keliru.

Asumsi yang digunakan adalah jika dewasa = sudah tahu mana yang benar.
Padahal, bukan sekali dua kali kita menemukan orang yang dewasa secara fisik, namun secara mental setara dengan anak kita.

Sialnya, statement ini sering sekali digunakan dalam berbagai argumen oleh berbagai orang. Saya juga bingung kenapa. Karena statement model begini (generalisasi) bisa dipastikan tidak akan pernah bisa 100% benar.

Satu contoh lagi, kalau memang statement ini benar, maka mustinya tontonan sinetron picisan yang kini banyak di berbagai saluran TV kita tidak akan laku sama sekali :)
Tapi, kita sudah tahu sendiri bagaimana kenyataannya.

Satu contoh lagi, jika statement tersebut benar, maka tentunya kita tidak akan menemukan orang yang menyakiti dirinya sendiri (narkoba, bunuh diri, dst).
Tapi, kita tahu sendiri bagaimana kenyataannya.

Satu contoh lagi, … mm, atau mungkin saya cukupkan dulu sampai disini saja deh :)
Tapi silahkan saja jika ada yang ingin melanjutkan di komentar posting ini, tidak dilarang lho.

OK, posting ini kemungkinan akan menjadi rujukan bagi banyak posting saya selanjutnya di masa depan…