Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Sosial @ Sufehmi.com » 2008 » August

Archive for August, 2008

Cara berdakwah yang tidak simpatik

Tuesday, August 26th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Zealot adalah istilah yang berarti seseorang yang terlalu fanatik terhadap kepercayaannya. Disebut zealot ketika kefanatikannya tersebut jadi sampai menutupi sifat-sifat kemanusiaannya, seperti empati, kasih sayang, dan akal sehat.

Kata “Zealot” sendiri pada awalnya adalah nama dari sebuah sekte Yahudi di abad pertama yang amat fanatik & radikal. Sekte ini, saking ekstrimnya, tidak segan membunuh sesama Yahudi sendiri yang berbeda pendapat dengan mereka; sesuatu yang amat ditabukan dalam tradisi mereka.
Bahkan gerakan Zionis di Israel pada saat ini, yang terkenal dengan kekejamannya kepada non-Yahudi dan banyak disamakan dengan gerakan Nazi, tidak membenarkan hal tersebut. Jadi bisa kita bayangkan sendiri bagaimana berlebihannya fanatisme mereka terhadap kepercayaannya.

Fanatisme yang amat keterlaluan ini juga dikecam dalam Islam. Nabi Muhammad saw memvonis orang-orang seperti Zealot ini, disebut dengan istilah Khawarij, sebagai penghuni neraka; walaupun mereka mengaku Islam & melakukan berbagai ritualnya. Mereka membaca Qur’an dan kelihatan beribadah lebih taat daripada muslim lainnya, namun menurut Nabi Muhammad saw, sebetulnya mereka keluar dari Islam bahkan lebih cepat daripada anak panah yang dilentingkan dari busurnya.

Zealots ada di berbagai tempat, waktu, dan agama / kepercayaan. Penganut Atheist pun banyak yang bersikap zealot (zeal / jealousy, iri, dengki), dan kadang justru sering tidak rasional. Dan tentu saja yang mengaku beragama pun juga tidak kalah banyaknya melakukan kesalahan ini.

Salah satu email spam yang banyak saya terima akhir-akhir ini adalah dari seorang zealot Nasrani. Sebetulnya, niatnya mungkin (menurut ybs) baik, yaitu menyebarkan kabar gembira dan informasi yang (menurutnya) bermanfaat untuk semua orang.
Namun, karena fanatismenya yang berlebih-lebihan, dia jadi terjerumus ke menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya tersebut. Misalnya : spamming, mencaci maki kepercayaan orang lain, dan berargumentasi secara emosional (bukan rasional).

Selama ini dia mencaci maki Islam, saya hanya balas dengan baik-baik, dan saya jelaskan berbagai kekeliruan dalam argumentasinya. Ketika dibalas dengan sangat emosional, saya pikir ya sudah, sepertinya saat ini cuma akan membuang-buang waktu berusaha berdialog dengan ybs.
Selanjutnya email dari ybs langsung saya hapus saja setiap tiba di mailbox saya. Oh ya, dia juga selalu berganti email setiap kali mengirimkan spamnya tersebut.

Sayangnya, ybs makin terjerumus dalam fanatismenya tersebut. Email terbaru dari ybs yang saya terima kali ini mencaci maki dan menjelek-jelekkan kepercayaan Buddha.
Saya saja yang bukan penganut Buddha meringis membaca emailnya tersebut. Amat sangat kasar & tidak menunjukkan sopan santun sama sekali.

Email ybs terlampir.

Mudah-mudahan kita jangan sampai terperosok menjadi zealot seperti ini juga. Rugi di dunia, tidak ada untungnya dan kita justru menyusahkan banyak orang. Dan rugi di akhirat, yaitu pada pengadilan yang terakhir.

Semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.

PAK GAO YANG MESAM-MESEM

Kalau kita dalam perjalanan Magelang – Jogja, kita pasti akan ketemu dengan sebuah desa yang menjadi industri kerajinan ukir dari batu gunung. Entah desa apa saya lupa namanya. Nah, ketika saya dalam perjalanan di daerah itulah saya ketemu dan sempat ngobrol lama dengan seseorang yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia, yaitu: Pak Gao.

“Pak Gao, selamat siang!” Sapa saya.
Pak Gao diam, hanya mesem aja. Maka saya ulang salam saya tadi: “Pak Gao, selamat siang!”
Untuk keduakalinya beliau hanya diam saja, nggak menyambut salam saya. Saya penasaran sekali dicuekin model begitu, maka saya bertanya: “Mengapa pak Gao mesam-mesem?”

Kali ini beliau mau menjawab pertanyaan saya; “Saya mesam-mesem? Banyak sekali alasannya! Yang pertama, saya mesem karena menemui orang se-toll all [tolol] kamu. Wong patung koq kamu ajak ngomong.”

“Hey, koq gitu pak Gao ini?! Belum apa-apa sudah toll all-toll all-in orang? Tersinggung donk perasaan saya?!” Kata saya agak gusar juga. Tapi saya pingin tahu juga apa alasan beliau mesam-mesem yang berikutnya; “Lalu, yang kedua?” tanya saya.

“Yang kedua, saya mesem ini ‘kan sudah takdir saya. Saya ini “Batu” asli kelahiran gunung Merapi, masih terhitung keponakannya mbah Marijan. Suatu kali saya ini diboyong kemari oleh pak Parno dan sekaligus beliau pula yang “menangani” saya. Saya dipecah menjadi 3 bagian, yang satu dijadikan saya, lalu yang kedua dijadikan “Layah” dan yang bungsu adalah “Ulek-ulek.” Jadi, saudara saya adalah “Layah” [Cowek] dan “Ulek-ulek.” Kedua adik saya tersebut merantau ke Surabaya, kerja di warung “rujak cingur” dan “gado-gado.”
Keterangan: Layah dan Ulek-ulek adalah pasangan alat untuk melembutkan sambal.

Beliau melanjutkan: “Nah, pak Parno inilah pencipta saya. Dia mentakdirkan saya seperti ini. Jadi, saya mau bilang apa kecuali menerima nasib saja. Sebenarnya sih saya capek sekali disuruh mesem begini terus. Mau berdiri ke “toilet” saja nggak bisa. Bersila begini terus, kaki saya ya capek deh! Orang dibiarkan telanjang nggak dikasih baju seperti ini gimana perasaannya? Panas kepanasan, dingin kedinginan.”

Waah saya jadi semakin tertarik mendengarkan uneg-unegnya pak Gao ini; “Lho, maksudnya pak Parno membawa pak Gao ke mari itu apa?”

“Dijual. Pak Parno itu ‘kan pedagang Dewa-dewa. Dia jual-beli segala macam Dewa. Bahkan dia bisa membikin Dewa apa saja menurut pesanan orang.”
“Hah?!” Kaget sekali saya. “Jadi, Dewa-dewa itu semuanya bikinannya pak Parno?! Hebat! Jadi, pak Gao ini bukan kelahiran India?”

“Nah, ini ngawurnya kamu. Dari tadi kamu panggil saya pak Gao-pak Gao; siapa pak Gao itu?”
Pak Gao balik bertanya. Kini ganti saya yang dibuat bingung nggak karuan.

“Maksud saya adalah pak Gaotama – Budha Gaotama. Apa bapak bukan pak Gao yang saya maksudkan itu?”

“Wah-wah gawat sekali kamu ini rupanya. Apa rupa saya ini mirip dengan pak Gao itu? Apa kalau orang mirip itu berarti sama? Yang mikir sedikitlah! Di dunia ini ‘kan banyak sekali orang yang mirip, antara orang yang satu dengan orang yang lainnya? Wong orang kembar aja nggak mau disamain? Kamu ini nggak main!”

“Lagi pula derajat makhluk itu ‘kan ada kelasnya? Ada kelas Tuhan, ada kelas Malaikat, ada kelas Manusia, ada kelas Hewan, ada kelas Tumbuhan dan ada kelas benda mati. Nah, pak Gao itu ‘kan kelas Manusia, sedangkan kelas saya ‘kan Batu – benda mati? Masak mau Jendral kamu perlaku kan sebagai Kopral. Apa nggak ditembak jidat kamu?! Hua…ha…ha…. nggak mikir kamu ini!”

“Tapi pak,………..” Saya mencoba memberikan alasan;”Kalau bapak dianggap sebagai pak Gao oleh orang-orang pemeluk agama Budha ‘kan bukan masalah yang besar? Masak gitu aja bapak marah?”

“Jelas marah toh; pertama sudah pasti pihak pak Gao yang marah karena derajatnya direndahkan sebagai Batu. Yang kedua, saya sudah pasti lebih marah lagi, sebab harga diri dan martabat saya dihilangkan begitu saja. Memangnya saya ini bukan sebuah pribadi? Misalnya aja kamu sebagai karyawan bawahan, lalu tugas kamu itu dilangkahi begitu saja oleh boss kamu, apa kamu nggak merasa tersinggung? Jadi, kamu itu dikeroyok oleh kedua-belah pihak.”

“Tapi, orang Kristen ‘kan juga begitu; ALLAH-nya “dianggap” Manusia biasa oleh orang Kristen.”
Kata saya.

“Waah, ya beda sekali dong kasusnya. Coba kamu pelajari lagi kitab Injilmu. Bukankah di sana dikatakan bahwa YESUS KRISTUS itu Ciptaan ALLAH yang pertama-tamanya? Jadi, YESUS itu memang “bukan” ALLAH. YESUS KRISTUS itu aslinya ya memang MANUSIA, tapi diangkat oleh ALLAH menjadi ANAKNYA. Sehingga DIA disebut sebagai ANAK ALLAH.
Kej. 3:22: “Berfirmanlah TUHAN ALLAH: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti
salah satu dari KITA.”

Nah, misalkan di sorga itu ada 3 Oknum Makhluk; ALLAH, YESUS dan ROH KUDUS, sedangkan ayat itu menyatakan bahwa manusia itu “telah menjadi seperti salah satu dari KITA”, maka seperti siapakah manusia itu? Seperti YESUS, bukan?! YESUS sendiri seringkali katakan bahwa diriNYA itu ANAK MANUSIA. Ketika terjadi pergumulan dengan Yakub, dikatakan bahwa Yakub telah melawan ALLAH dan MANUSIA. Rasul Paulus bahkan menyatakan sebagai “Yang sulung di antara banyak saudara.”

Selanjutnya, pada awal-awal penciptaan Adam, dikatakan bahwa manusia itu dibuat menurut gambar dan rupa ALLAH. Sedangkan rasul Paulus dalam Korintus membuat jenjangan: ALLAH itu kepalanya YESUS, YESUS kepalanya bapak-bapak, dan bapak-bapak kepalanya istri-istri. Bu- kankah ini tentang suatu mata rantai yang saling berkaitan? Karena itu kalau YESUS kita perlaku kan sebagai MANUSIA adalah kebenaran, bukannya merendahkan. Kecuali umat Katolik yang membuatkan patungNYA. Lagi pula mana ada umat Kristen yang memperlakukan YESUS sebagai manusia biasa? Nggak ada! Semua Kristen memuliakan YESUS sebagai TUHAN dan ANAK ALLAH. Berbeda dengan umatnya pak Gao ‘kan?

Pak Gao itu asli manusia tapi dijadikan Batu oleh umatnya. Ini namanya ngawur di dalam memperlakukan orang, lebih-lebih yang menyangkut nabinya.”

Pak Gendut yang nggak punya baju itu melanjutkan lagi: “Tolong kalau kamu ketemu dengan umat Budha, sampaikan pesan saya ini: bahwa sekarang ini sudah nggak zamannya lagi bikin Patung. Sudah sangat ketinggalan zaman sekali. Wong Boneka mainan aja sekarang ini sudah ada yang bisa ketawa, menangis dan berjalan, koq pak Gao masih nggak bisa apa-apa?! Amerika dan Jepang sekarang ini sudah bisa bikin Robot, masak pak Gao masih primitif begini? Suruhlah mereka bikinkan Robot Gaotama yang serba bisa. Biar nggak diremehkan oleh agama-agama yang lainnya.”

“Umat Budha itu kebangetan sekali koq! Saya digambarkan dengan perut gendut kayak begini, maka orang pasti mengira saya ini orang yang rakus sekali. Padahal saya ini nggak pernah dikasih makanan sama sekali. Makanan Apel, Anggur, Pisang, Durian, Kue Pia, Kue Mangkok yang kata mereka itu dipersembahkan kepada pak Gao, itu bohong besar! Mereka itu hanya memamerkan [iming-iming] saja ke muka saya, lalu setelah itu mereka makan sendiri. Anak-anak itu kurangajar sekali koq, sukanya mempermainkan orangtua.”

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
ANTARA INDUK DENGAN TELOR

Jika anda menghadapi pertanyaan seperti di atas; mana yang lebih dahulu ada; telor atau induk?
Berhati-hatilah, sebab pertanyaan ini bisa menjerumuskan anda untuk menerima teori evolusi, yang ujung-ujungnya mengarahkan anda menjadi seorang Atheism yang menolak konsep KEALLAHAN.
Anda jangan terjebak pada perkataan: “telor” yang merupakan pertanyaan yang dibentuk sebagai salah satu pilihan dari induk. Sebab telor itu benda mati. Merupakan mata rantai yang terputus. Tidak ada keterkaitannya sama sekali antara telor dengan induk.

“Bahwa telor ada di dalam induk, tetapi induk tidak pernah ada di dalam telor.”
Maksudnya: Induk bisa bertelor, tetapi telor “sama sekali” bukanlah “calon” induk.

> Semua masyarakat indonesia “bisa” menjadi presiden, tetapi mereka bukanlah “calon” presiden.
Sebab yang disebut sebagai calon presiden hanyalah orang-orang tertentu yang memenuhi syarat
dan yang mendaftarkan dirinya, serta diterima. Itulah “calon” presiden.

Telor juga begitu; bisa menjadi Induk Ayam, tapi tak pernah sebagai “calon” anak ayam, apalagi Induk
Ayam. Ada tahapan yang harus dilalui oleh telor itu untuk disebut sebagai “calon” anak ayam, yaitu dierami!

Manakala telor dierami induknya, atau menerima “kehangatan” tertentu, maka mulai terjadilah “reaksi.” Ini masih merupakan “reaksi alamiah”, belum menjadi makhluk hidup. Belum menjadi “calon” anak ayam. Kehidupan baru mulai terjadi manakala “otak” sudah terbentuk secara sempurna, maka pada saat itu akan disertai dengan terjadinya pergerakan pertamanya. Sama seperti bayi manusia ketika di dalam kandungan ibunya. Pergerakan bayi baru terjadi pada saat otak bayi itu terbentuk secara sempurna. Pada saat itulah kehidupan bayi itu dimulai.

Nah, pertanyaan induk dengan telor itu bermaksud menggiring anda untuk menerima teori/konsep berpikir bahwa segala sesuatu itu dimulai dari “kecil.”
Dari “telor” menjadi “induk”, dari “tidak ada” menjadi “ada”, atau dari “nol” menjadi “satu.” Ini semua adalah teori konyol yang membodohi dan membohongi kita.

Bagaimana telor bisa menetas jika tanpa adanya induk? Bagaimana mungkin “yang tidak ada” bisa menjadikan “ada?” Bagaimana mungkin “nol” bisa melewati “satu?”

Teori evolusi berusaha menarik surut kehidupan manusia sebagai bermula dari Monyet, Monyet dari Katak, dan seterusnya. Sehingga kalau itu diurutkan ke diri ALLAH, maka teorinya akan berbunyi: “ALLAH itu pada mulanya adalah makhluk yang kecil atau tidak ada[nihilo].” Lha ini ‘kan konyol sekali? Lalu, bagaimana allah yang bayi itu bisa hidup jika tidak ada induk allah yang menyusuinya? Selanjutnya, jika dirunut lagi, maka kita akan menuntut bahwa ibunda allah itu harus juga dimulai dari tidak ada, menjadi ada, menjadi kecil, lalu menjadi induk.

Karena itu, jelas sekali bahwa teori demikian itu sangat tidak rasional! Alkitab telah menutup segala macam bentuk perbantahan dengan menyatakan bahwa: “Pada mulanya adalah ALLAH”
-ALLAH tidak ijinkan kita untuk mencari keterangan lebih lanjut mengenai Jatidiri ALLAH. Kita diminta untuk membatasi imajinasi kita agar menerima ALLAH sebagai permulaan segala sesuatu
nya. Itulah “tembok” pembatas keimanan kita. Kita hanya diijinkan untuk mengetahui bagaimana permulaan atau asal-usul kita, yaitu sebagai yang diciptakan oleh ALLAH YANG MAHA SEMPURNA. Sementara ALLAH menyatakan diriNYA: “AKULAH AKU……..” Keluaran 3:14.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

“Dari tadi nonton TVRI …..”

Saturday, August 23rd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

kok rasanya dari tadi nggak minat ganti cenel, kenapa ya…

AH YA, NO SHITNETRON! WOOHOO!

dan sekarang lagi acara bahasa indonesia, host-nya susan bachtiar, duh
cantik sekali….

Terdengar dari milis sebelah.

:D

Tidak ada sinetron di TVRI ya? Wah, syukurlah kalau demikian …

Perayaan 17 Agustus yang sarat manfaat

Saturday, August 16th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Seperti biasa dari tahun ke tahun, tanggal 17 Agustus kembali menghampiri kita. Dan seperti biasa juga, terjadi berbagai perayaannya di seluruh penjuru Indonesia. Biasanya meriah. Kadang berlebihan. Tapi mudah-mudahan bisa selalu mengingatkan kita pada perjuangan dan/atau penderitaan kakek-nenek kita semua beberapa dekade yang lalu.

Namun yang dilakukan warga pulau Sebuku belum pernah saya dengar sama sekali sebelumnya.

Warga Pulau Sebuku akan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengadakan dan mengikuti pelatihan kewirausahaan. Dengan itu, diharapkan mereka jadi bisa meningkatkan taraf hidup mereka setelahnya - merdeka dari kemiskinan & kebodohan.

Banyak salut untuk Camat Pulau Sebuku, Joko Mutiono, yang mendukung ide yang brilian ini.
Saya ucapkan selamat & semoga acaranya sukses besar. Merdeka !

Sumber : Tribun Kaltim

KOTABARU - Warga masyarakat yang tinggal di kawasan Pulau Sebuku wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalsel punya cara sendiri dalam merayakan HUT Kemerdekaan dengan kegiatan yang terkesan jauh dari hura-hura dan menghaburkan uang.

Camat Pulau Sebuku, Joko Mutiono, Sabtu mengatakan untuk mengisi suasana HUT ke-63 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2008 dengan menggelar pelatihan kewirausahaan.

“Bagaimana kita tidak malu dan harus berhura-hura untuk memaknai kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dan pendahulu, dengan kondisi masyarakat yang tetap miskin,” ucapnya.

Lebih bijaksana dan menjadi bermakna kalau peringatan kemerdekaan RI diwujudkan dengan tekad dan semangat warga masyakat untuk bisa “memerdekakan” diri sendiri dari himpitan kemiskinan dan kebodohan.

“Kita warga masyarakat Pulau Sebuku tidak ikut tradisi kemeriahan setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI seperti banyak dilakukan daerah lain di Indonesia,” ucapnya.

Pelatihan kewirausahaan diharapkan dapat memberi warga masyarakat dengan berbagai pengatahuan dan pengalaman untuk bisa mandiri dan mengatasi tuntutan hidup yang menjadi penyebab kemiskinan itu sendiri.

Menurut Joko, semuala warga Pulau Sebuku sulit menerima pola perayaan menyambut HUT Kemerdekaan itu karena mereka tergiur kemeriahan yang ditayangkan televisi.

Tapi setelah disampaikan tujuan dan maksud yang lebih mendasar, warga dapat menerima dan bahkan jauh lebih bisa memaknai hari kemerdekaan bangsanya yang diperjuangkan dengan pengorbanan nyawa dan harta oleh pendahulu.

Seperti biasa dalam peringatan 17-an warga masyarakat hanya menggelar berbagai lomba, tetapi tahun ini sedikit berbeda, karena warga juga mulai diberikan pilihan selain perlombaan mereka juga diberikan pelatihan membuat industri rumah tangga dan pertanian.

Dalam pelatihan, warga diberikan bekal tentang membuat krupuk ikan, amplang dan makanan ringan yang lainnya, yang menggunakan bahan baku ikan laut yang mudah diperoleh di wilayah itu.

Dijelaskan, saat ini jumlah keluarga miskin di Pulau Sebuku sebanyak 295 Kepala Keluarga dari sekitar 6.000 jiwa yang tersebar di delapan desa.

Agar mereka tidak terjerat dengan kondisi kemiskinan, Joko Mutiono mencoba meningkatkan pelatihan dan ketrampilan warganya melalui event-event tertentu di delapan desa di Pulau Sebuku.

Di antara kegiatan yang telah dilaksanakan saat ini, usaha perkebunan, dan pertanian seperti perluasan kebun karet dan sahang, singkong, dan sayuran.

Sedangkan untuk perikanan dan kelautan, memberikan pelatihan membuat krupuk ikan, udang, amplang serta beberapa produk makanan ringan yang terbuat dari ikan dan udang. (ant)

The Customer is (NOT) Always Right

Sunday, August 3rd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Bagi yang memiliki anak, tentu sudah tahu bahwa anak-anak berkembang dan selalu berubah-ubah sifatnya. Pada saat ini, anak saya nomor 3, Umar, memiliki kebiasaan baru. Seringkali dia malas berpikir :)

Jika ditanya, kadang jelas terlihat bahwa dia tidak berusaha berpikir, dan malah langsung menjawab “nggak tahu“. Nah, kalau malasnya ini sudah kumat, pertanyaan-pertanyaan berikutnya akan sama saja, dijawab dengan “nggak tahu

Maka saya selalu dengan tegas menuntut dia untuk menjawabnya dengan benar. Sampai saya yakin bahwa dia memang sudah benar-benar berusaha.
Kadang sih cukup memakan waktu. Juga membebani emosi kita. Atau kadang kita sebetulnya sedang perlu melakukan hal yang lain.

Tapi, inilah tugas orang tua. Kewajiban kita mendidik anak-anak kita, agar mereka bisa tumbuh menjadi manusia yang normal.

Sayangnya, tidak semua orang tua melakukan hal ini :(

Salah satu contohnya bisa dibaca disini :

Me: “Can I help you?”

Customer: “I’m looking for non-fiction.”

Me: “What kind?”

Customer: “Just non-fiction.”

Me: “Okay…do you want history? Or science? Psychology?
Business?”

Customer: “No, just NON-FICTION!”

Me: “Ma’am, most of the store is non-fiction. You’ll have to be more specific.”

Customer: “Don’t you get it? I just want some non-fiction!”

Me: “All right. Do you see over there, where it says ‘Fiction?’”

Customer: “Yes.”

Me: “All the books but those. Good luck.”

Braindead :D

Dan dia tidak sendirian. Ada BANYAK sekali zombie di situs NotAlwaysRight.com ini :

Me: “You found them.”

Customer: “Yeah. I couldn’t see them because the sign was in the way.”

(Note she’s referring to a large, 18 inch sign with three inch wide red letters that read WALNUTS. It was added because customers complained they couldn’t find them.)

Me: “You couldn’t see the walnuts because of the sign that said WALNUTS?”

Customer: *angry* “Yeah, that’s right!”

Me: “I…can’t help you.”

.

Sialnya, umur semakin tua bukan jaminan akan semakin bijak. Kadang malah jadi semakin aneh. Seperti kata Joker, “What doesn’t kill you makes you…. stranger:D

(I was ringing up a old lady when another old lady in my line recognized the first lady.)

Old Lady #1: “Oh hey! I didn’t see you there!”

Old Lady #2: “That’s okay… I didn’t recognize you with clothes on!”

Me: “What?!”

.

Zombie yang satu ini ingin berlibur ke sebuah pulau, namun tidak tahu cara menuju kesana :

(Let it be known that there are only two ways to get to Catalina Island: by boat or by helicopter.)

Me: “Hotel *****, how can I help you today?”

Customer: “I’d like to make a reservation. And when’s the earliest we can check in?”

Me: “Normally not until noon but we may be able to make an exception. When is your boat scheduled to arrive.”

Customer: “Oh, no, were not coming by boat.”

Me: “Okay, helicopter then?”

Customer: “Oh no, that’s silly.”

Me: “Well, may I ask how your planning to get here.”

Customer: “Down the 405, duh!”

Me: “I’m sorry, you can’t drive to Catalina Island.”

Customer: “You can’t?”

Me: “No, it’s an island. You know, surrounded by water.”

Customer:Catalina Island is an ISLAND?!

Me: *headdesk*

.

Freudian slip nya juga betul-betul membuat mulas :

(Talking to a female customer…)

Me: “Do you see the ‘Local Area Connection’ icon?”

Customer: “Yes, I see your ‘Local Erection’.”

.

Tapi mungkin ini adalah yang paling lucu !

(I was working the candy bar when a I was approached by a man seeing Bridge to Terabithia with two young kids. He points to the popcorn machine:)

Customer: “I’ll have two boxes of cockporn, please.”

(There was a two second pause as the customer’s eyes went wide with horror…and then I started to laugh. He got the popcorn and ran upstairs, with me standing behind the counter with tears running down my face.)

.

Tentu saja, ada berbagai blunder yang berkaitan dengan IT :

Customer: “I’d like to buy the Internet, please.”

Sales: “The whole thing?”

.

Cukup tercengang ketika menemukan satu cerita yang melibatkan Debian :D

Me: “Thank you for calling tech support. May I help you?”

Customer: “How do you fix Debian?”

Me: “Depends on what the problem is. What are some of the issues you’re having?”

Customer: “I paid $700 for it! It should work PERFECTLY!”

Me: “Ma’am, Debian is free. If you paid $700 for it, all that means is that you’re an idiot.”

Customer: “Really?”

Me: “Yep. Anything else I can do for you?”

Customer: *click*

.

Customer berikut ini kemungkinan akan sukses merebut gelar “orang paling tolol di dunia” :

(I had just started a new IT job for a large school district and was not expecting the level of stupidity I would be dealing with on a regular basis. Within my first 3 weeks, I receive a phone call from a school.)

Clerk: “Hi, I am trying to use this new system on these computers and I attempting to make my account. My Principal got me started but now I am stuck.”

Me: “What seems to be the problem?”

Clerk: “Well, it is asking me for First Name and I have no idea what I am supposed to type.”

Me: “You’re at the registration screen? Um…well I think you are supposed to enter your name.”

Clerk: “Oh…okay…wait. No, it’s asking me for something else.”

Me: “What now?”

Clerk: “It says…last…name…what do I put here?”

Me: “Probably your last name.”

Clerk: “Oh, thanks…oh Jesus, now it’s asking for my phone number! What the hell am I suppose to put here! Why can’t I just do it the old fashioned way?”

Me: “You mean pen and paper?”

Clerk: “Yes! It was so much easier. These fancy computers are just so complicated. I never understand what I am suppose to do!”

(I bit my tongue and just let her ramble on about how ‘First Name’ was such an incredibly hard concept to grasp.)

.

Gaptek ? Anda tidak sendirian :

Coworker: “Tech support, how can I help you?”

Customer: “I need LSD for my son. You have that, right?”

Coworker: “Uh?”

Customer: “You know, that high speed internet thing…”

Coworker: *trying not to laugh* “You mean DSL?”

.

Tapi yang satu ini memang agak keterlaluan gapteknya… :D

(We had a notice from one of the Nevada affiliates that Las Vegas residents would be suffering from a network outage due to a problem with their broadcasting equipment.)

Customer: “I think someone is standing next to your satellite with a ham radio. You need to run out and get them to stop.”

Me: “I’m sorry sir, but that’s not the problem–”

Customer: “I will have you know, son, I am a Gunnery Sergeant. I’ve worked with Hand Operated Radios for years and I’m telling you RIGHT NOW…there is someone standing next to your satellite with a d*** radio and it’s interfering with my signal. I demand you to get out there and tell them to stop.”

Me: “Far be it from me to ever argue with my clients, but I will have to at this time. I understand that you’re a Gunny Sergeant and that you’ve operated HAM radios for years, but I know my satellite equipment, and it’s not possible for someone to be standing next to my satellite with a radio.”

Customer: “Oh? Really, smart man? Why is that?”

Me: “Because our satellites are in outer space. Furthermore Las Vegas has an outage going on due to a technical issue with their broadcasting equipment.”

Customer: “Oh. Okay.”

.

Namun kadang ada juga customer yang telah berusaha terlebih dahulu, sebelum akhirnya mengkontak technical support :

(We were trying to troubleshoot a printer than quit working…)

Coworker: “… go ahead and click on the printer and faxes icon.”

Customer: “It’s not opening.”

(My coworker tries it himself, and waits nearly 40 minutes for a window to pop up: it eventually shows 70,916 documents in the queue!)

.

Tetapi, lebih seringnya, ya, zombie lagi :

Me: “Okay, sir, can you tell me the brand of your computer?”

Caller: “Compaq…” (or so I thought I heard…)

Me: “Okay, sir, give me a sec–”

Caller: *apparently still reading* “…compact disc.”

Me: >.<

.

Dan untuk penutup, seorang ibu yang sangat tidak pantas untuk menjadi ibu :

(It was raining one day and didn’t look like it would be stopping any time soon.)

Guest: “Hi, could you tell me when it’s going to stop raining?”

Me: “Ma’am, I’m not sure.”

Guest: “Well, why not? I came here to enjoy the park, and my family can’t do that when its pouring rain! When will it stop so we know when to come back?”

Me: “Hold on a sec…”

(I pick up the phone.)

Me: “Hi, GOD? Ya, its me, how you doing? Ya, ya…I’m good as you can see. Well you see this woman standing next to me? She’s wondering when you’re gonna stop the rain so she can enjoy the park…Oh, okay. I’ll let her know! Have a magical day!”

NotAlwaysRight.com sekarang menjadi salah satu situs favorit saya :D

Calvin & Jobs

Sunday, August 3rd, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

For lovers of Calvin & Hobbes comic strip, and Mac aficionados; here’s something to made your day — Calvin meets Steve Jobs.

I LOLed.

Hope it made your day too :)