Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::needs_upgrade() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 113

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::stale() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 179

Strict Standards: Non-static method FeedWordPress::update_requested() should not be called statically in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-content/plugins/feedwordpress/feedwordpress.php on line 184
Sosial @ Sufehmi.com » 2008 » November

Archive for November, 2008

Selusin Sutera dari (dan untuk) Pacarku

Monday, November 17th, 2008

Deprecated: preg_replace(): The /e modifier is deprecated, use preg_replace_callback instead in /home/hsufehmi/sosial.sufehmi.com/wp-includes/functions-formatting.php on line 83

Saya jarang memperhatikan puisi karena sering tidak paham maksudnya. Terakhir saya mengutip puisi adalah Tuhan 9 Senti nya Taufiq Ismail.

Malam ini saya menemukan puisi ini, diposting di milis internal ISNET. Tersentuh sekali rasanya. Ada pelajaran-pelajaran hidup yang baik di dalamnya.

Terimakasih kepada mbak Eva Nukman yang telah sharing puisi ini. Mudah-mudahan saya bisa mengikuti teladannya juga.

Enjoy.

Selusin Sutera dari (dan untuk) Pacarku

sutera dariku untukmu, darimu untukku
selusin banyaknya, dari kita untuk kita
karena kau tak hanya memberi
dan aku tak cuma menerima

lapisan pertama menjadi alas, lapisan kedua menjadi pondasi
sebutlah mereka saling menghargai dan saling mengerti
dan kau boleh mempertukarkannya menjadi yang kesatu atau yang kedua

sutera ketiga adalah kepercayaan dan kesetiaan
yang berjalin berkelindan, kait mengait
membuhul dan mengikat

lapisan sutera keempat adalah dada yang lapang
untuk bersabar
untuk memaafkan

sutera kelima adalah dukungan
agar kau menjadi dirimu
dan aku menjadi diriku

lapisan keenam adalah materi
yang darinya kita kan selamanya kekurangan jika selalu melihat ke atas dan
mengeluh
dan sebaliknya senantiasa berlimpahan jika memandang ke bawah serta
bersyukur

perhatian dan kepedulian menjadi sutera ketujuh
karena kau dan aku tidak lagi hidup sendiri

sutera kedelapan adalah kebersamaan di dalam perbedaan
kau tidak harus menjadi aku
dan aku tidak mesti beralih serupamu

yang kesembilan, kesepuluh, dan kesebelas
adalah tiga makhluk mungil nan beranjak remaja
yang merekat, mempererat, mempertebal hubungan di antara kita

sutera kedua belas, haruskah kusebutkan?
ia menyelubungi, membungkus kesebelas sutera sebelumnya
yang tanpanya mereka bagai tak punya makna
dan bahkan mungkin tak kan pernah ada

sutera kedua belas adalah cinta
yang apinya terus menyala menghangatkan
karena kau bukan saja suamiku, dan ayah dari anak-anakku
tetapi kau juga sahabatku
serta pacarku

itulah selusin sutera darimu untukku, dariku untukmu
dari kita untuk kita
karena aku tak hanya memberi
dan kau tak cuma menerima

sutera, karena dua puluh lima adalah perak dan lima puluh adalah emas
selusin, karena itulah bilangan tahun yang berlalu
sejak ayahku menggenggam tanganmu berucap ijab dan kau jawab dengan kabul

selusin sutera untuk cinta kita
yang dengan Bismillah kita memulakannya
selusin sutera untuk bahtera cinta kita
yang berharap cinta-Nya
[va]

untuk dia
Düsseldorf, 28.08.06
mengenang tanggal yang sama dua belas tahun lalu.